Peringatan Maulid Nabi 1435H


Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan tradisi yang sudah kental dan memasyarakat di kalangan kaum muslim. Bukan cuma di Indonesia, tradisi yang jatuh setiap tanggal 12 Rabiul Awal dalam hijrah itu, juga marak diperingati oleh umat Islam berbagai dunia. Dua pendapat yang bertentangan

Dilihat dari sudut pandang hokum syarak ada dua pendapat yang bertentangan dalam menangani masalah peringatan maulid Nabi.

Pendapat pertama

Pendapat pertama, yang menentang, mengatakan bahwa maulid Nabi merupakan bid’ah mazmumah, menyesatkan. Pendapat pertama membangun argumentasinya melalui pendekatan normatif tekstual. Perayaan maulid Nabi SAW itu tidak ditemukan baik secara tersurat maupun secara tersirat dalam Al-Quran dan juga Al-Hadis. Syekh Tajudiin Al-Iskandari, ulama besar berhaluan Malikiyah yang mewakili pendapat pertama, menyatakan maulid Nabi adalah bid’ah mazmumah, menyesatkan. Penolakan ini ditulisnya dalam kitab Al-Murid Al-Kalam Ala’amal Al-Maulid.

Pendapat Kedua

Pendapat kedua, yang telah menerima dan mendukung tersebut, beralasan bahwa maulid Nabi adalah bid’ah mazmumah, inovasi yang baik, dan tidak bertentangan dengan syariat. Pendapat kedua diwakili oleh Imam Ibnu Hajar Asqalani dan Imam As-Suyuthi. Keduanya mengatakan bahwa status hukum maulid Nabi adalah bid’ah mahmudah. Yang tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah SAW, tetapi keberadaannya tidak bertentang dengan ajaran Islam. Bagi As-Suyuti, keabsahan maulid Nabi Muhammad SAW bisa dianalogikan dengan diamnya Rasulullah ketika mendapatkan orang-orangYahudi berpuasa pada hari Asyura sebagai ungkapan syukur kepada Allah atas keselamatan Nabi Musa dari kejaran Firaun. maulid Nabi, menurut As-Suyuti, adalah ungkapan syukur atas diutusnya Nabi Muhammad SAW ke muka bumi. Penuturan ini dapat dilihat dalam kitab Al-Ni’mah Al-Kubra Ala Al-Alam fi Maulid Sayyid Wuld Adam.

Maulid Nabi yang kita kenal adalah sebagai peringatan atau lebih tepatnya turut menghormati orang yang paling mulia yang pernah dilahirkan yaitu Muhammad SAW, sebagai panutan dan membimbing jalan kehidupan yang mengajarkan kebaikan akhlak terpuji dan yang membedakan mana yang hak dan bathil kepada umat manusia.

 Sebagai umat muslim di Komplek Permata Serang setiap tahunnya selalu menjadi moment Peringatan Hari Besar Islam. Ini juga bagian dari syiar umat muslim untuk menunjukan betapa cintanya kita kepada Nabi Besar Muhammad SAW.

Dimulai dari dibentuknya panitia peringatan Maulid tahun 2014 atau 1435H ini dengan sederetan agenda sebagai berikut diantaranya :

Perlombaan hafalan Al-Qur’an ayat-ayat pendek

  1. Lomba cerdas Cermat islami tingkat Ibu-ibu warga masing-masing RT.
  2. Lomba sepeda hias tingkat anak-anak diharapkan telah tumbuh sejak dini mengenak Nabi Muhammad
  3. Kaligrafi
  4. Baca puisi islami anak-anak dan remaja
  5. Dll
  6. Ceramah sisampaikan oleh nara sumber yang kompeten dalam mensiarkan agama islam ini

Tanggal 5 Desember 2013 dimulai pertemuan pertama :

Ketua DKM dan Pengurus DKM serta penasehat DKM Al-Mujahidin menunjuk Ketua Panitia yaitu pada tahun 2013 adalah Ketua RT-03 Bp. Endang Suherlan dan menunjuk Sekretaris dan Bendaharanya.

Tanggal 9 Desember 2013 dimulai pertemuan Kedua :

Ditetapkan Seksi seksi untuk membantu pelaksanaan peringatan tahun 1435H ini diantaranya

  1. Sekretaris bertugas melaksanakan agenda pertemuan pada seluruh seksi seksi dan melaksanakan pekerjaan administrasi dalam sekup kecil dan sebagai juru bicara dalam sekup umumnya jika ketua tidak dapat hadir pada saat ada pertemuan.
  2. Bendahara bertugas mengkalkulasikan seluruh kebutuhan biaya peringatan dari masing-masing seksi sekaligus sebagai kolektor dana yang telah disepakati oleh masing-masing RT, mencatat seluruh pengeluaran dan pemasukan keuangan untuk dilaporkan pada saat slesai peringatan PHBI ini.
  3. Seksi Peralatan bertugas menyiapkan perlengkapan dari seluruh acara sampai dengan selesai acara yang lamanya kurang lebih 14 hari.
  4. Seksi Panjang Mulud yaitu bertugas mengkoordinasikan panjang mulud masing-masing RT di Komplek Permata Serang ataupun ada sumbangan perorangann berupa sandang, pangan untuk dibagikan kepada pakir miskin warga komplek dan sekitarnya
  5. Seksi Dokumentasi bertugas mendokumentasikan peristiwa-peristiwa yang terjadi pada saat akan sedang dan setelah peringatan PHBI berlangsung ini
  6. Seksi Pendistribusian bertugas mendistribusikan Panjang ke masing orang orang pakir miskin di sekitar Komplek, bahkan jika memungkinkan dapat dikirim ke panti panti yatim piatu di sekitar Komplek Permata Serang.
  7. Seksi Keamanan bertugas mengamankan panjang Mulud dari masyarakat yang tidak sabar untuk menerima bingkisan berupa sandang pangan
  8. Seksi Lomba bertugas menyelenggarakan lomba-lomba sekaligus menyiapkan hadiah bagi pemenang dengan tujuan dapat meningkatkan pengetahuan warga dalam hal syiar islam dan mencintai Rasul Nya.
  9.  Seksi Umum bertugas menghendel semua pekerjaan yang dibutuhkan oleh seksi seksi yang apabila tidak dapat diselesaikan oleh seksi tersebut.

Prosesnya sbb:

  1. Undangan Pembentukan Panitia Peringatan Maulid Nabi 2014

 

Tahrim sebelum Adzan


 Shalawat Tahrim adalah seruan untuk memberi tanda bahwa waktu sudah menjelang subuh, untuk mengingatkan pada kaum muslimin tahrim menjelang subuh sangat memikat untuk didengar, lantunan suara tarhim sejak dahulu sampai sekarang masih terdengar di surau dan  masjid yang mengumandangkannya biasanya para tetua kaum kasepuhan namun walau ada juga yang di kumandangkan lewat rekaman audio, apabila tahrim ini dilantunkan dengan baik maka orang yang tertidurnyapun akan merasa terbangun untuk mendengarkan tahrim tersebut.

Shalawat tarhim ini enak didengarkan kapan saja, menurut saya yang paling enak pas malam hari atau menjelang subuh. Manfaat yang didapat dari mendengar shalawat tarhim, selain membangkitkan keterikatan emosional antara diri kita dengan Nabi saw, menenangkan pikiran yang jenuh dan hati yang kalut, juga bisa sebagai pengobat rasa kangen diwaktu kecil di keluarga di rumah (di desa, kampung) dan orang-orang tercinta yang sudah tiada.

Zakat Fitrah, Infaq dan Sadaqah


Zakat Fitrah ialah zakat diri yang diwajibkan atas diri setiap individu lelaki dan perempualin musm yang berkemampuan dengan syarat-syarat yang ditetapkan. Kata Fitrah yang ada merujuk pada keadaan manusia saat baru diciptakan sehingga dengan mengeluarkan zakat ini manusia dengan izin Allah akan kembali fitrah.

Pada prinsipnya seperti definisi di atas, setiap muslim diwajibkan untuk mengeluarkan zakat fitrah untuk dirinya , keluarganya dan orang lain yang menjadi tanggungannya baik orang dewasa, anak kecil, laki-laki maupun wanita. Berikut adalah syarat yang menyebabkan individu wajib membayar zakat fitrah:

  • Individu yang mempunyai kelebihan makanan atau hartanya dari keperluan tanggungannya pada malam dan pagi hari raya.
  • Anak yang lahir sebelum matahari jatuh pada akhir bulan Ramadan dan hidup selepas terbenam matahari.
  • Memeluk Islam sebelum terbenam matahari pada akhir bulan Ramadan dan tetap dalam Islamnya.
  • Seseorang yang meninggal selepas terbenam matahari akhir Ramadan.

Zakat Fitrah dikeluarkan pada bulan Ramadan, paling lambat sebelum orang-orang selesai menunaikan Salat Ied. Jika waktu penyerahan melewati batas ini maka yang diserahkan tersebut tidak termasuk dalam kategori zakat melainkan sedekah biasa.

Penerima Zakat secara umum ditetapkan dalam 8 golongan/asnaf (fakir, miskin, amil, muallaf, hamba sahaya, gharimin, fisabilillah, ibnu sabil) namun menurut beberapa ulama khusus untuk zakat fitrah mesti didahulukan kepada dua golongan pertama yakni fakir dan miskin. Pendapat ini disandarkan dengan alasan bahwa jumlah/nilai zakat yang sangat kecil sementara salah satu tujuannya dikelurakannya zakat fitrah adalah agar para fakir dan miskin dapat ikut merayakan hari raya dan saling berbagi sesama umat islam.

Tahun ini Masjid DKM menerima dan menyalurkan zakat fitrah, infaq dan sadaqoh warga komplek permata serang, namun panitia ramadhon juga dapat menerima zakat dari warga diluar komplek perrmata serang. Untuk tahun ini 1434H zakat yang dikeluarkan oleh BAZ Kota Serang sebesar 2,5 kg beras harga umum atau dengan uang sebesar Rp. 23.000,-

Mungga Puasa Ramadhan


Menjelang bulan suci Ramadhan kebiasaan masyarakat umumnya melakukan apa yang Islam telah ajarkanyaitu silaturahmi kepada kedua orangtua, sanak saudara ataupun kepada kerabat dan tetangga sesuai dengan kewajiban kita dalam ibadah  kepada Allah SWT, di Serang menjelang datangnya bulan suci romadhon kebiasaan ini turun temurun menjadi tradisi yang turun temurun di masyarakat muslim kota serang umumnya. Kebiasaan ini menjadi semakin mengikat tali silaturahmi dimana diharapkan selama bulan suci melakukan ibadah puasa dengan khusuk dan lapang hati.

Kebiasaan ini diantaranya pada masyarakat muslim

1. Pembersihan

Adalah kebiasaan untuk membersihkan kuburan (makam) orang tua, kerabat, sanak saudara yang telah dahulu meninggal dunia, karena umat islam percaya bahwa selama bulan yang penuh barokah ini seluruh penghuni makam yang beragama islam mendapatkan istirahat dari perkara-perkara alam kuburnya.

2. Membersihkan masjid

Yang dilakukan dalam membersihkan tempat ibadah seperti Masjid, Mushola saling bekerja sama kerja bakti gotong raoyong kerja sama dari semua warga sehingga ketika Shalat Tarawih diharapkan menjadi nyaman dan mengundang Muslim khusukan dalam ibadah yang akan melakukan shalat tarawih di masjid.

3. Penerangan Jalan

Maksudnya adalah untuk menerangi jalan para peziarah atau umat muslim yang akan melakukan akititas doa selama bulan suci Ramadhan.

4. MunggaPuasa

Pada tahap ini setiap warga biasanya dikoordinasikan oleh ketua RT dan jajarannya atau orang-orang yang dianggap dituakan ataupun sesepuh untuk memulai pertemuan malam sesama warga setempat. Tujuan ini adalah untuk setiap warga saling maaf memaafkan satu sama lain jika dalam satu tahun mungkin di antara warga ada kesalahan bahwa hati mereka telah menjadi gelisah karena perselisihan. Untuk itu warga yang hadir pada malam yang telah ditentukan oleh RT 07 RW 17 kompleks permata serang melakukannya seminggu sebelum bulan suci ofRamadan, yang dihadiri oleh hampir semua kepala keluarga, istri dan anak anak nya. Dalam acara tersebut biasanya dilakukan dan disusun oleh ketua RT diantaranya adalah sbb :

i) Pembacaan ayat-ayat dari Quran yang dikumandangkan oleh orang-orang yang pandai membaca Al-Quran, ‘s dengan tartil dan benar.

ii) Pesan dari RT untuk menjelaskan peristiwa yang mendefinisikan hubungan antara warga RT 07

iii) Tausiah uraian singkat tentang pentingnya bulan Ramadhan puasa dan bagaimana mereka harus berjalan dengan baik dan mendapatkan Ridho Allah SWT serta larangan-larangan.

iv) Pembacaan do’a yang dipimpin oleh seorang pemimpin agama atau ulama doa untuk setiap penduduk untuk memperoleh kesehatan, kekuatan, dan kekhusukan serta rezeki berlimpah di bulan yang penuh ampunan ini sehingga mengharapkan orang untuk menjadi khusyuk dan iklas dalam puasa.

v) Saling bermaafan satu denganlainya di masyarakat sangat senang dan tulus memafkan berpelukan dan beberapa bahkan menangis karena menyentuh pada malam bahwa tidak ada warga yang merasa paling baik dan benar.

vi) Makan bersama dalam acara ini ibu dari RT mengkoordinasikan acara memasak untuk orang yang akan disajikan kepada semua warga negara dalam malamini melihat ke akraban satu sama lain meskipun masakan disajikan sangat sederhana tapi hampir semua warga untuk menikmatinya sementara sholawat Nabi Besar Muhammad SAW.

 vii) Santai dan curhat satu sama lain dan masing-masing berbicara tentang pekerjaan selama ini yang menyibukannya dan itulah akhir acara mungga puasa yang dilakukan warga RT 07 yang hamper dihadir seluruh warganya dalam rangka menyongsong bulan suci ramadhan malam itu.

Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW


Setiap tahun warga Komplek Permata Serang merayakan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW, sebagai rasa syukur karena atas  jasaNya masyarakat muslim diseluruh dunia dapat berpijak kepada kebenaran, tahun 2012 warga Komplek Permata Serang memperingatinya.  Walau ada beberapa kaum ulama yang berpaham Salafi dan Wahhabi yang tidak merayakannya karena menganggap perayaan Maulid Nabi merupakan sebuah bid’ah, yaitu kegiatan yang bukan merupakan ajaran Nabi Muhammad SAW. Mereka berpendapat bahwa kaum muslim yang merayakannya keliru dalam menafsirkannya sehingga keluar dari esensi kegiatannya. Namun demikian, terdapat pula ulama yang berpendapat bahwa peringatan Maulid Nabi bukanlah hal bid’ah, karena merupakan pengungkapan rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW.

Seminggu menjelang perayaan warga Komplek mempersiapkan berupa Pajang Mulud sejenis anyaman yang dibust dari bahan makanan kemasan dengan bentuk beraeka ragam, ada yang sebagian warga yang membeli semacam bangunan atau bentukan kapal, kendaraan dlsb, kemudian dihiasinya dengan aneka ragam kebutuhan pangan dan pakaian untuk dipersembahkan kepada kaum duafa terutama yang berada di sekitar Komplek Permata Serang dan sekitarnya,

Pagi hari menjelang hari perayaan atau peringatan dimulai dengan arak-arakan sepeda hias yang di penuhi anak-anak warga komplek ini mengandung arti agar anak  mampu melihat orang tuannya menyumbangkan sebagian rezinya, berharap agar anak-anak mencintai Nabinya dlsb. Disamping itu panitia juga menyiapkan perlombaan untuk anak-anak berupa lomba membaca ayat=ayat pendek, doa sehari-hari dengan demikian akan tertanam akhlak yang terpuji saat menjadi remaja dan dewasa, disamping mencintai masjid sebagai pusat ibadah dan belajar.

Pada hakekatnya, perayaan maulid ini bertujuan mengumpulkan muslimin untuk Medan Tablig dan bersilaturahmi sekaligus mendengarkan ceramah islami yang diselingi bershalawat dan salam pada Rasul saw, dan puji pujian pada Allah dan Rasul saw yang sudah diperbolehkan oleh Rasul saw, dan untuk mengembalikan kecintaan mereka pada Rasul saw, maka semua maksud ini tujuannya adalah kebangkitan risalah pada ummat yang dalam ghaflah, maka Imam dan Fuqaha manapun tak akan ada yang mengingkarinya karena jelas jelas merupakan salah satu cara membangkitkan keimanan muslimin, hal semacam ini tak pantas dimungkiri oleh setiap muslimin aqlan wa syar’an (secara logika dan hukum syariah), karena hal ini merupakan hal yang mustahab (yang dicintai), sebagaiman kaidah syariah bahwa “Maa Yatimmul waajib illa bihi fahuwa wajib”, semua yang menjadi penyebab kewajiban dengannya maka hukumnya wajib.

Maka perayaan Maulid Nabi saw diadakan untuk Medan Tablig dan Dakwah, dan dakwah merupakan hal yang wajib pada suatu kaum bila dalam kemungkaran, dan ummat sudah tak perduli dengan Nabinya saw, tak pula perduli apalagi mencintai sang Nabi saw dan rindu pada sunnah beliau saw, dan untuk mencapai tablig ini adalah dengan perayaan Maulid Nabi saw, maka perayaan maulid ini menjadi wajib, karena menjadi perantara Tablig dan Dakwah serta pengenalan sejarah sang Nabi saw serta silaturahmi.

Santunan anak yatim


DSC00230Dalam rangka menyambut 10 Muharram 1434H dan sebagai syiar islam, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Mujahidin melalui panitia Muharram 1434H, juga menyelenggarakan santunan kepada yatim piatu di wilayah komplek Permata Serang dan sekitarnya, himbauwan kepada warga untuk menyantuni anak yati piatu melalui seksi rohani akhirnya dapat terwujud dan mendistribusikan kepada anak yatim di dalam komplek permata serang maupun diluar komplek dengan data yang ada sebanyak

DSC00222RT-01  = 8 anak
RT-02  = 7 anak
RT-03  =     tidak ada
RT-04  =     tidak ada
RT-05  = 4 anak
RT-06  = 4 anak
RT-07  = 9 anak
RT-08  = 7 anak  Total = 39 anak diluar komplek sebanyak = 18 anak sehingga jumlah anak yang disantuni sebanyak 57 anak, besarnya santunan setiap anak masing-masing Rp. 150.000,-

DSC00228